saat itu sebut saja namaku Hardi, "nama samaran di kisah ini" terlempar kedalam pengalaman hidup yang sangat aneh dan tak bisa aku gambarkan dengan logika ku sebagai laki-laki saat itu.
memasuki akhir semester seperti biasanya sekolah ku mengadakan lomba portofolio yang diadakan setahun sekali, kebetula aku adalah salah satu murid yang lumayan memahami berbagai pelajaran, sehingga aku dapat rangking 5 besar, ceritanya saat itu aku terpilih menjadi salah satu wakil dari sekolah untuk lomba tersebut.
setelah perjalanan latihan yg melelahkan akhirnya di putuskan hanya 3 orang saja yg mewakili sekolah kami termasuk aku didalamnya. berangkatlah kami ke lomba tersebut.. di antar oleh guru olah ragaku bernama pak Atmojdo, sebelum kejadian itu, aku kenalkan Pak atmodjo sendiri adalah guru olah raga dari sekolahku, perawakannya tinggi, hitam manis dan berbulu lebat di sekujur tubuhnya, terbuktidari tangan nya yang ditumbuhi bulu2 lebat berarti tubuhnya gak akang jauh beda, itu pikiranku. nah, di ceritanya disetiap mata pelajaran olah raga aku selalu di bully olehnya, mulai dari aku harus keliling lapangan padahal aku gak ngelakuin apa2.. padahal siswwa yg lain olahraga norma, tapi aku hrs selalu melakukan pemanasan lebih.
sampai suatu ketika kami bermain gendong teman, awalnya tak ada yg aneh, akan tetapi dikarnakan kelasku jmlhnya ganjil, akhirnya aku lah orang satu-satunya yg tidak mempunya pasangan, saat itulah pak atmodjo malah dengan selengean minta dia yg aku gendong.. sontak semua murid ketawa dan mengejekku, dengan terpaksa akhirnya aku gendong dia, akan tetapi pada saat aku gendong , aku merasakan gundukan aneh di punggungku, aku pikir waktu itu normal saja karena dia cowo, ya pasti ngaceung lah.
singkat cerita akhirnya aku lomba ke bandung dari kota cianjur, bla..bla..bla akhirnya lombaku usai dan kami harus menunggu pengumuman hasinya sampai jam 7 sore.. disaat bersamaan guru lain dari sekolahku juga pada datang bawa mobil untuk menyaksikan pengumuman itu.
yg aneh pak atmodjo saat itu malah menawari aku untuk pulang duluan ke cianjur dengan mobilnya berdua saja, dengan alasan ke sorean dan dia capek kalo hrs nunggu sampai malam, akhirnya dengan berat hati dan tanpa rasa curiga aku iyahkan untuk ikut bersamanya 1 mobil,, dan yg lain menunggu bersama guru lainnya.
ditengah perjalanan tepatnya di TAGOG APu setelah padalarang, dia memberhentikan mobilnya dan memarkirnya di pinggir jalan, dia bilang gak tahan mau kencing, aku menurut saja dan menunggunya, setelah beberapa menit akhirnya dia kembali ke mobil, melihatku yg kedinginan karena AC akhirnya dia menawarkan untuk mematikan AC dan meminjamkan jaketnya padaku, baik sekali pikirku, selama ini dia ngebully aku dan sekarang kok mau pinjamkan jaket,, hehe..aku sih seneng aja, beberpa menit perjalanan berlalu tanpa kami bicara sepatah katapun, akhirnya dia berhenti untuk yg ke dua kalinya, namun saat ini dia meronta kesakitan dikarenakan asma nya yg kambuh, akhirnya mobil parkir lagi di pinggir jalan, aku gak tau dah sampai mana karena saat itu sudah gelap..
aku sangat khawatir dan ketakutan,,nafas pak atmojo terengah2,, aku bingung gak tau harus apa..dia bilang untuk ambilkan obatnya yg di tas , dengan bergegas aku ambil obatnya dan memberikan dia obat beserta minum untuknya. jelang beberapa menit nafasnya mereda tapi masih saja terdengan suara aneh di nafasnya, kali ini dia bilang untuk memberikan nafas bantuan dengan cara meniupkan nafasku di bibirnya, aku menurut saja,,karena aku takut..3-5 kali aku tiup2kan nafasku layaknya orang dipantai.. namun di tiupan yg ke enam..di malah memelukku dan malah mencium bibirku.. sontak aku melwan dan menahan kepalanya..akhirnya aku bisa lepas dan duduk kembali..
suasana hening dan diam untuk beberapa waktu, aku sangat marah dan aku putuskan untuk ekluar walu sangat gelap,,untuk naik kendaraan umum saja, tapi sebelum aku keluar tanganku sudah ditariknya..aku mau melawan saja, namun kali ini aku lihat ada airmata dan raut penyesalan darinya..sampai akhirnya dia meminta maaf telah melakukan hak senonoh padaku. dengan berat hati aku maafkan dia..dan akhirna kami melanjutkan perjalanan kami.. dengan suasan hening dan aneh. jam 12 malam.. tepatnya aku sampai di rumahku, aku tau waktu aitu sudah terlalu malam akeluargaku sudah tidur,,gak mugnkin aku bangunkan,, ditengah bingungku aku ditawarkan untuk menginap di rumahnya..aku gak mau dan menolak, tapi dengan bujukan dan janji dia untuk tidak macam2 dengan berat hati akhirnya kau ikut ke rumah pak atmo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar